Minggu, 06 Maret 2011

☺SEMIOTIK☺-Oleh: Kurnia Setiawan

Semiotik berasal dari bahasa Yunani ---> seme ; semeiotikos, penafsir tanda, yang berarti “sign.
Semiotik merupakan ilmu yang mempelajari sistem tanda seperti bahasa, sinyal, kode, dll. Tanda-tanda adalah basis dari seluruh komunikasi. Tanda ataupun simbol sebagai bagian dari sistem kode yang digunakan untuk mengkomunikasikan informasi. Manusia dengan perantaraan tanda – tanda, dapat melakukan komunikasi dengan sesamanya.
Tanda pada masa itu masih bermakna sesuatu hal yang menunjuk pada adanya hal lain. Secara terminologis,  semiotik adalah cabang ilmu yang berurusan dengan dengan pengkajian tanda dan segala sesuatu yang berhubungan dengan tanda, seperti sistem tanda dan proses yang berlaku bagi tanda (van Zoest, 1993). Semiotik merupakan ilmu yang mempelajari sederetan luas obyek-obyek, peristiwa-peristiwa, seluruh kebudayaan sebagai tanda. Semiotik merupakan cabang ilmu yang relatif masih baru. Penggunaan tanda dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya dipelajari secara lebih sistematis pada abad kedua puluh.

Perintis awal semiotika adalah Plato yang memeriksa asal muasal bahasa. Aristoteles mencermati kata benda dalam bukunya “Poetics dan On Interpretation”. Terdapat perbedaan mendasar antara tanda alami (natural) dan tanda yang disepakati (konvensional), yaitu jika tanda alami, berarti tanda dibawah sadar seperti mendung. Jika tanda konvensional merupakan gejala, contoh nya symptom, seperti tidak berarti menggelengkan kepala. Itu sudah merupakan tanda yang sudah disepakati.

Beberapa Tokoh Semiotik :
  • St. Agustinus (354 – 430)

Mengembangkan teori mengenai signa data (tanda konvensional). Persoalan tanda menjadi objek pemikiran filosofis. Studi dibatasi hubungan kata fisik dengan kata mental.




  •     William of Ockham, OFM (1285 – 1349)
    

        Mempertajam studi tanda. Tanda dikategorikan berdasarkan sifatnya. Apakah ia di alam mental dan bersifat pribadi, ataukah diucapkan atau ditulis untuk publik.



·       John Locke (1632 – 1740)
Melihat eksplorasi mengenai tanda akan mengarah pada terbentuknya basis logika baru. Hal ini tertuang dalam karyanya “An Essay Concerning Human Understanding (1690)”.







Ferdinand de Saussure &  Charles Sanders Peirce


Para ahli semiotik modern mengatakan bahwa  analisis semiotik modern telah di warnai dengan dua nama yaitu seorang linguis yang berasal dari Swiss bernama Ferdinand de Saussure (1857-1913) dan seorang filsuf Amerika yang bernama Charles Sanders Peirce (1839 -1914). Peirce menyebut  model sistem analisisnya dengan semiotik dan istilah tersebut telah menjadi istilah yang dominan digunakan untuk ilmu tentang tanda. Ia mengembangkan teori tanda yang dibentuk oleh tiga sisi yaitu :
·   Representamen (tanda)
·   Objek (sesuatu yang dirujuk oleh tanda)
·   Interpretan (efek yang ditimbulkan; hasil)


Semiologi de Saussure berbeda dengan semiotik Peirce dalam beberapa hal, tetapi keduanya berfokus pada tanda. Seperti telah disebut-kan di depan bahwa de Saussure menerbit -kan bukunya yang berjudul A Course in General Linguistics  (1913). Dalam buku itu de Saussure memba -yangkan suatu ilmu yang mempelajari tanda-tanda dalam masyarakat. Ia juga menjelaskan konsep-konsep yang dikenal dengan dikotomi linguistik. Salah satu dikotomi itu adalah signifier dan signified (penanda dan petanda). Ia menulis “The linguistics sign unites not a thing and a name,but a concept and a sound image a sign”. Kombinasi antara konsep dan citra bunyi adalah tanda (sign).  Jadi de Saussure mem-bagi tanda menjadi dua yaitu komponen, signifier (atau citra bunyi) dan signified (atau konsep) dan dikatakannya bahwa hubungan antara keduanya adalah arbitrer.

Semiologi didasarkan pada anggapan bahwa selama perbuatan dan tingkah laku manusia membawa makna atau selama berfung si sebagai tanda, harus ada di belakang sistem pembedaan dan konvensi yang memungkinkan makna itu. Di mana ada tanda, di sana ada sistem (de Saussure, 1988). Sekalipun hanyalah merupakan salah satu cabangnya, namun linguistik dapat berperan sebagai model untuk semiologi. Penyebabnya terletak pada ciri arbiter dan konvensional yang dimiliki tanda bahasa. Tanda -tanda bukan bahasa pun dapat dipandang sebagai fenomena arbiter dan konvensional seperti mode, upacara, kepercayaan dan lain -lainya.
Tanda adalah kesatuan dari suatu bentuk penanda (signifier) dengan sebuah idea tau petanda (signified). Bagi de Saussure, bahasa terdiri atas sejumlah tanda yang terdapat dalam suatu jaringan system dan dapat disusun dalam sejumlah struktur. Setiap tanda dalam jaringan itu memiliki dua sisi yang tak terpisahkan  seperti dua halaman pada selembar kertas. Tidak ada hubungan langsung dan alamiah antara penanda ( signifier) dan petanda (signified). Hubungan ini disebut hubungan yang arbitrer. Hal yang mengabsahkan hubung an itu adalah konvensi. Oleh sebab itu bahasa sebagai sebuah sistem dapat dikatakan lahir dari kemufakatan (konvensi) di atas dasar yang tak beralasan (unreasonable) atau sewenang-wenang.
Petanda selalu akan lepas dar i jang-kauan dan konsekuensinya, makna pun tidak pernah dapat sepenuhnya ditangkap, karena ia berserakan seperti jigsaw puzzles disepanjang rantai penanda lain yang pernah hadir sebelumnya dan akan hadir sesudahnya, baik dalam tataran paradigmatik maupun sintagmatik. Ini dimung-kinkan karena operasi sebuah sistem bahasa menurut de Saussure dilandasi oleh prinsip negative difference, yakni bahwa makna sebuah tanda tidak diperoleh melalui jawaban atas pertanyaan what is it, melainkan melalui penemuan akan what is not.
Dengan demikian ilmu yang mempelajari tentang tanda-tanda adalah semiotik. Semiotics is concerned with everything that can be taken as a sign. Semiotics adalah studi yang tidak hanya merujuk pada tanda (signs) dalam percakapan sehari -hari,  tetapi juga  segala  sesuatu yang merujuk pada bentuk-bentuk lain seperti words, images, sounds, gesture , dan objects.  Sementara de Saussure me-nyebut ilmu ini dengan semiologi yakni sebuah studi tentang aturan tanda -tandasebagai bagian dari kehidupan sosial.
Charles Sanders Peirce (1839 - 1914)

 Dalam perkembangan terakhir kajian mengenai tanda dalam masyarakat didominasi karya filsuf Amerika. Charles Sanders Peirce (1839 - 1914). Kajian Peirce jauh lebih terperinci dari pada tulisan de Saussure yang lebih programatis. Oleh karena itu istilah semiotika lebih lazim dalam dunia Anglo-Sakson, dan istilah semiologi lebih dikenal di Eropa Kontinental. Siapakah Peirce?  Charles Sanders Peirce adalah seorang filsuf Amerika yang paling orisinal dan multidimensioanl. Bagi teman -teman sejamannya  ia terlalu orisional. Di alam kehidupan bermasyarakat, teman-temannya membiarkannya dalam kesusahan dan meninggal dalam kemiskin-an Perhatian untuk karya-karyanya tidak banyak diberikan oleh teman -temannya. Peirce banyak menulis, tetapi kebanyakan tulisannya bersifat pendahuluan, sketsa dan sebagian besar tidak diterbitkan sampai ajalnya. Peirce selain seorang filsuf juga seorang ahli logika dan Peirce memahami bagaimana manusia itu bernalar. Peirce akhirnya sampai pada keyakinan bahwa manusia ber pikir dalam tanda. Maka diciptakannyalah ilmu tanda yang ia sebut semiotik. Semiotika baginya sinonim dengan logika.
Secara harafiah ia mengatakan “Kita hanya berpikir dalam tanda”. Di samping itu ia juga melihat tanda sebagai unsur dalam komunikasi. Semakin lama ia semakin yakin bahwa  segala sesuatu adalah tanda artinya setidaknya sesuai cara eksistensi dari apa yang mungkin (van Zoest, 1993:10).  Dalam analisis semiotiknya Peirce membagi tanda berdasarkan sifat ground menjadi tiga kelompok yakni qualisigns, sinsigns dan legisigns.
-       Qualisigns adalah tanda-tanda yang merupakan tanda berdasarkan suatu sifat. Contoh, sifat merah merupakan qualisgins karena merupakan tanda pada bidang yang mungkin.
-       Sinsigns adalah tanda yang merupakan tanda atas dasar tampiln ya dalam kenyataan. Semua pernyataan individual yang tidak dilembagakan merupakan sinsigns. Sebuah jeritan bisa berarti kesakitan, keheranan atau kegembiraan.
-       Legisigns  adalah tanda-tanda yang merupakan tanda atas dasar suatu peraturan yang berlaku umum, sebuah konvensi, sebuah kode. Tanda lalu lintas adalah sebuah legisigns. Begitu juga dengan mengangguk, mengerutkan alis, berjabat tangan dan sebagainya.
Untuk tanda dan denotatumnya Peirce memfokuskan diri pada tiga aspek tanda yaitu ikonik, indeks dan simbol
-       Ikonik adalah sesuatu yang melaksanakan fungsi sebagai penanda yang serupa dengan bentuk obyeknya (terlihat pada gambar atau lukisan).
-       Indeks adalah sesuatu yang melaksanakan fungsi sebagai penanda yang mengisyaratkan petandanya.
-   Simbol adalah penanda yang melaksanakan fungsi sebagai penanda yang oleh kaidah secara kovensi telah lazim digunakan dalam masyarakat. Tabel berikut menunjukkan hubungan ketiganya.


Model tanda yang dikemukakan Peirce adalah trikotomis atau triadik, dan tidak memiliki cirri-ciri struktural sama sekali (Hoed, 2002). Prinsip dasarnya adalah bahwa tanda bersifat reprsentatif yaitu tanda adalah sesuatu yang mewakili sesuatu yang lain ( something that represent something else). Proses pemaknaan tanda pada Peirce mengikuti hubungan antara tiga titik yaitu representamen (R) - Object (O) - Interpretant (I). R adalah bagian tanda yang dapat dipersepsi secara fisik atau mental, yang merujuk pada sesuatu yang diwakili olehnya (O).  Kemudian  adalah bagian dari proses yang menafsirkan hubungan antara  R dan O. Oleh karena itu bagi Pierce, tanda tidak hanya representatif, tetapi juga inter -pretattif. Teori Peirce tentang tanda  memperlihatkan pemaknaan tanda seagai suatu proses kognitif dan bukan sebuah struktur. Proses seperti itu disebut semiosis. Seperti terlihat pada tabel di atas bahwa Peirce membedakan tanda menjadi tiga yaitu indeks, ikon dan simbol.
Peirce juga mengemukakan bahwa pemaknaan suatu tanda bertahap -tahap. Ada tahap kepertamaan (firstness) yakni saat tanda dikenali pada tahap awal secara prinsip saja. Firstness adalah keberadaan seperti apa adanya tanpa menunjuk ke sesuatu yang lain , keberadaan dari kemungkinan yang potensial. Kemudian tahap ‘kekeduaan’ ( secondness) saat tanda dimaknai secara individual, dan kemudian ‘keketigaan’ ( thirdness) saat tanda dimaknai secara tetap sebagai kovensi. Konsep tiga tahap ini penting untuk memaham i bahwa dalam suatu kebudaya -an kadar pemahaman tanda tidak sama pada semua anggota kebudayaan tersebut.

Roland Barthes (1915-1980) 

Salah seorang sarjana yang secara konservatif menjabarkan teori De de Saussure ialah Roland Barthes (1915-1980). Ia menerapkan model De de Saussure dalam penelitiannya tentang karya-karya sastra dan gejala-gejala kebudayaan, seperti mode pakaian. Bagi Barthes komponen-komponen tanda penanda - petanda terdapat juga pada tanda -tanda bukan bahasa antara lain terdapat pada bentuk mite yakni keseluruhan si stem citra dan kepercayaan yang dibentuk masyarakat untuk mempertahankan dan menonjolkan identitasnya. Ia berpandangan bahwa sebuah system tanda yang mencerminkan asumsi-asumsi dari suatu masyarakat tertentu dalam waktu tertentu.
Selanjutnya Barthes (1957 dalam de Saussure) menggunakan teori significant-signifie yang dikembangkan menjadi teori tentang metabahasa dan konotasi. Istilah signifiant menjadi ekspresi (E) dan signifie menjadi isi (C). Namun Barthes mengatakan bahwa antara E dan C harus ada relasi (R) tertentu, sehingga membentuk tanda ( sign, Sn). Konsep relasi ini membuat teori tentang tanda lebih mungkin berkembang karena relasi ditetapkan oleh pemakai tanda. Menurut Barthes, ekspresi dapat berkembang dan membentuk tanda baru, sehingga ada lebih dari satu dengan isi yang sama. Pengem-bangan ini disebut sebagai gejala meta -bahasa dan membentuk apa yang disebut kesinoniman (synonymy). Setiap tanda selalu memperoleh pe -maknaan awal yang dikenal dengan dengan istilah denotasi dan oleh Barthes disebut sistem primer. Kemudian pengembangan -nya disebut sistem sekunder. Sistem sekunder ke arah ekspresi dise but metabahasa.  Sistem sekunder ke arah isi disebut konotasi yaitu pengembangan isi sebuah ekspresi. Konsep konotasi ini tentunya didasari tidak hanya oleh paham kognisi, melainkan juga oleh paham pragmatik yakni pemakai tanda dan situasi pemahamannya. Dalam kaitan dengan pemakai tanda, kita juga dapat memasukkan perasaan sebagai (aspek emotif) sebagai salah satu faktor yang membentuk konotasi. Model Barthes demikian juga model De de Saussure tidak hanya diterapkan pada analisis bahasa sebagai salah satu aspek kebudayaan, tetapi juga dapat digunakan untuk menganalisis unsur -unsur kebu-dayaan.
Semiotik yang dikembangkan Barthes juga disebut dengan semiotika konotatif. Terapannya juga pada karya sastra tidak sekadar membatasi diri pada analisis secara semios is, tetapi juga menerapkan pendekatan konotatif pada berbagai gejala kemasyarakatan. Di dalam karya sastra ia mencari arti ’kedua’ yang tersembunyi dari gejala struktur tertentu (van Zoest, 1993).

Umberto Eco (1932 - tidak tercatat)
Seorang sejarahwan, penulis esai, novelis dan semiotisi dari Italia. Menurut Beliau, tanda dapat digunakan menyatakan kebenaran, sekaligus juga untuk mengatakan kebohongan.




    Minggu, 27 Februari 2011

    ☺BAHASA☺-Oleh : Prof. Dr. Ir. Dali S. Naga, MMSI-

    BAGIAN PERTAMA

    Sejarah Bahasa Indonesia
    Kelahiran Bahasa Indonesia
                Lahirnya Bahasa Indonesia di mulai pada tanggal 28 oktober 1928 (Sumpah Pemuda). Diangkat dari Bahasa Melayu (Riau).
    -               Di bina melalui Kongres Bahasa Indonesia I (1938)
    -               Di susul dengan Kongres Bahasa Indonesia II (1954)
    -               Kongres Bahasa Indonesia melahirkan lembaga yang kini dikenal sebagai Pusat Bahasa.

    Pembinaan Bahasa Indonesia
    -          Kini di bina oleh Pusat Bahasa dan Kongres Bahasa Indonesia.
    -          Selain itu terdapat organisasi yang bertujuan membina Bahasa Indonesia.

    Bahasa Melayu ke Bahasa Indonesia
    ·             Perkembangan
    -               Bahasa Melayu Purba
    -               Bahasa Melayu Kuno (zaman Sriwijaya, abad 4-abad 14)
    -               Bahasa Melayu Klasik (abad 14-abad 18)
    -               Bahasa Melayu Peralihan (abad 19)
    -               Bahasa Melayu Baru (abad 20)
    -               Bahasa Melayu Modern (Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia)
    -               Menjadi Bahasa Indonesia pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928)

    ·             Ragam Bahasa Melayu
    -               Melayu Riau Johor
    -               Melayu Betawi
    -               Melayu Cina
    -               Melayu Manado
    -               Melayu Maluku
    -               Melayu Balai Pustaka, Pujangga Baru

    ·             Bahasa Melayu Kuno pada Prasasti
    -               Prasasti Kedukan Bukit (Palembang, 16 Juni 682)
    -               Prasasti Talang Tuwo (Palembang, 23 Maret 684)
    -               Prasasti Kota Kapur (Bangka, 28 Februari 686)
    -               Prasasti Karang Brahi (Jambi, tahun 692)
    -               Prasasti Telaga Batu (Palembang, abad ke-7)
    -               Prasasti Palas Pasemah (Lampung Selatan, abad ke-7)
    -               Prasasti Sojomerto (Pekalongan, abad ke-7)
    -               Prasasti Manjucrighra (Klaten, 6 November 792)
    -               Prasasti Kayumwungun (Temanggung, tahun 824)
    -               Prasasti Sang Hyang Wintang I (Gandasuli ,Temanggung, Jawa Tengah, tahun 832)
    -               Prasasti Sang Hyang Wintang II (Gandasuli ,Temanggung, Jawa Tengah)
    -               Prasasti Dampu Hawang Glis (Gandasuli, Temanggung, Jawa Tengah)
    -               Prasasti Laguna (Manila, tahun 900, tidak lengkap)
    -               Prasasti Hujung Langit (Lampung, tahun 997)
    -               Prasasti Bukateja (Purbalingga, Jawa Tengah)
    -               Prasasti Dewa Drabya (Dieng, Jawa Tengah)
    -               Prasati Kedonganan (Bali)
    -               Prasasti Loloan (Bali)
    -               Prasasti Trangganu (Terengganu tahun 1326 atau 1386)
    -               Prasasti Pagar Ruyung (tahun 1356)
    -               Nisan Minye Tujuh (Aceh, tahun 1380)
    -               Prasasti Kebon Kopi (Bogor, Jawa Barat)
    -               Prasasti Jebung (Lampung)
    -               Prasasti Padang Roco (Sumatra Barat)
    -               Prasasti Bukit Gombak (Sumatra Barat)

    Aksara dalam Tulisan
    ·             Aksara yang digunakan
    -               Melayu Kuno ditulis dalam aksara Palawa dan Dewanagari
    -               Melayu Klasik ditulis dalam aksara Jawi (modifikasi Arab)
    -               Melayu Peralihan dan kemudian ditulis dalam aksara Latin
    -               Aksara Latin menurut ejaan Bahasa Belanda (Indonesia)
    -               Aksara Latin  menurut ejaan Bahasa Inggris (Malaysia)

    Contoh Prasasti yang menggunakan Bahasa Melayu :
    ·             Prasasti Kedukan Bukit
    -               Svasti cri
    -               cakavarsatita 605 ekadaci
    -               cuklapaksa vulan vaicakha dapunta
    -               hyang nayik di samvau mangalap
    -               siddhayatra
    -               di saptami cuklapaksa
    -               vulan jyestha dapunta hyang marlapas
    -               dari minana Tamvar (Kamvar)
    -               mamava yang vala dua laksa
    -               ko dua ratus cara di samvau
    -               dangan jalan sarivu tlu ratus sapulu dua vanakna
    -               datang di matada (nau) sukhacitta
    -               di pancami cuklapaksa vulan asada
    -               laghu mudita datang
    -               marvuat vanua … Crivijaya
    -               jaya siddhayatra subhika …

    Beberapa kata yang dapat diartikan
    -               vulan = bulan
    -               nayik = naik
    -               samvau = sampan (perahu yang besar)
    -               mangalap = mengambil (mencari)
    -               marlapas = berlepas
    -               mamava = membawa
    -               vala = bala
    -               laksa = menyatakan jumlah yang banyak

    Berikut ini merupakan terjemahan dari Prasasti Kedukan Bukit
    -               selamat bahagia
    -               pada tahun saka 605 hari kesebelas
    -               dari bulan terang bulan waisaka dapunta
    -               baginda naik perahu mencari
    -               rezeki
    -               pada hari ketujuh bulan terang
    -               bulan jyesta dapunta baginda berlepas
    -               dari muara kampar
    -               membawa askar dua laksa
    -               dua ratus orang di perahu
    -               yang berjalan seribu tiga ratus dua belas banyaknya
    -               datang di matada dengan suka cita
    -               pada hari kelima bulan terang bulan asada
    -               dengan lega datang
    -               membuat negeri … sriwijaya
    -               yang berjaya yang bahagia yang makmur

    Selain Prasasti Kedukan Bukit ada juga Prasasti (Nisan) Minye Tujuh. Berikut ini merupakan isi dari :
    ·             Prasasti (Nisan) Minye Tujuh :
    -               hijrat nabi mungstapa prasida
    -               tujuh ratus asta puluh sa warsa
    -               haji catur dan dasa warsa sukra
    -               raja iman warda rahmat-allah
    -               gutra barubasa mpuk hak kadah pase ma
    -               taruk tasih tanah samuha
    -               ilahi ya rabbi tuhan samuha
    -               taruh dalam swarga tuhan tatuha

    Beberapa Ciri Bahasa Melayu Kuno
    -               Aksara b sekarang, dulu berupa v (di antara v dan w)
    -               Tidak ada lafal e (berbentuk a atau o)
    -               Awalan di-, dulu berupa ni-
    -               Awalam me-, dulu berupa ma-
    -               Awalam ber-, dulu berupa mar-
    -               Akhiran –nya, dulu berupa –na
    ·             -          Ada kalanya –nya-, dulu –na-   (vanakna)
      
    BAGIAN KEDUA
    Perkembangan Ejaan
    ·             Pembakuan Ejaan
              Dulu : tulisan Arab (Jawi)
              Tahun 1901: ejaan van Ophuijsen
              Tahun 1947: ejaan Soewandi (ejaan Republik)
              Tahun 1972: ejaan yang disempurnakan
              Ejaan yang disempurnakan menyeragamkan ejaan di Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (Majelis Bahasa Brunei, Indonesia, Malaysia – Mabbim)
    ·             Tulisan Arab (Jawi)
              Bahasa Melayu ditulis dalam huruf Arab dikenal sebagai Jawi
              Sampai sekarang masih digunakan di Malaysia dan Brunei sebagai tulisan resmi (koran Utusan Melayu)
              Tidak semua huruf Arab dipakai
              Ada lafal yang tidak ada di huruf Arab sehingga dikarang baru
              Huruf karangan baru, di antaranya,  ca, pa, ga, nga, va, nya

    Malay (Bahasa Melayu)
    Malay is an Austronesian language spoken in Malaysia, Indonesia, Singapore, Brunei and Thailand. The total number of speakers of Standard Malay is about 18 million. There are also about 170 million people who speak Indonesian, which is a form of Malay.
    The earliest known inscriptions in Malay were found in southern Sumatra and on the island of Bangka and date from 683-6 AD. They were written in an Indian script during the time of the kingdom of Srivijaya.
    When Islam arrived in southeast Asia during the 14th century, the Arabic script was adapted to write the Malay language. In the 17th century, under influence from the Dutch and British, the Arabic script was replaced by the Latin alphabet.

    Arabic alphabet for Malay (Jawi)

    Latin alphabet for Malay
    A a
    B b
    C c
    D d
    E e
    F f
    G g
    H h
    I i
    a
    be
    ce
    de
    e
    ef
    ge
    ha
    i
    J j
    K k
    L l
    M m
    N n
    O o
    P p
    Q q
    R r
    je
    ke
    el
    em
    en
    o
    pe
    ki
    er
    S s
    T t
    U u
    V v
    W w
    X x
    Y y
    Z z

    es
    te
    u
    fe
    we
    iks
    ye
    zet

    Ejaan Huruf Arab (Jawi)

    سڬي  کمولياءن دان حق٢. مريك ممڤوڽاءي ڤميكيرن دان ڤراساءن هاتي سرتا هندقله برتيندق انتارا ساتو سام لاءين دڠن سماڠت ڤرساوداراءن
    Pasal 1 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia
    ·             Ejaan van Ophuijsen
    Dalam bukunya berjudul: Tata Bahasa Melayu  
    Tahun 1901
    Beberapa aturan
              oe dan u: u untuk diftong au, poelau
              ai dan aï:  untuk diftong ai, bukan diftong menamaï
              e dan é: pada sedap, ékor
              a dan ‘a, oe dan ‘oe: ada, ‘akal,
              j : untuk y pada saja, kaja
              dj, nj, sj, tj : pada djadi, njanji, sjarat, tjari
              ch: untuk chabar, ichtiar
              Bunyi hamzah:  ‘ seperti pada ta’, ta’loek,

    ·             Bahasa Melayu
    Ada bahasa melayu tinggi dan ada bahasa melayu rendah atau pasar. Pada paruh pertama abad ke-20, mereka tersebar melalui cetakan
              Bahasa Melayu tinggi: di Balai Pustaka
              Bahasa Melayu pasar: di Sin Po, Keng Po
    ·             Sin Po Jubileum Nummer 1910-1935

    “SIN PO” 25 TAON
                Sampe tanggal 1  October 1935 Sin Po soeda beroesia tjoekoep 25 taon. Bagi pengidoepan manoesia orang jang beroemoer 25 taon masi termasoek moeda, tapi bagi satoe soerat kabar oemoer saperampat abad berarti dewasa sebab soeda ngalamken banjak roepa kadjadian. Demikian djoega dengen Sin Po. Sedari terbit sampe iapoenja oesia 25 taon ini banjak kadjadian jang telah dingalamken, seperti belon perna kadjadian pada laen soerat kabar dari iapoenja pantaran.
                Dalem iapoenja perdjalanan toentoet pengidoepan  ini tida selamanja Sin Po menampak djalan datar jang gampang diliwatken. Banjak kasoekeran  dan rintangan jang melintang di iapoenja djalanan, tapi itoe semoea Sin Po  soeda lawan dengen tabah dan ia landjoetken perdjalanannja sambil bergoelet dengen oelet sampe pada kedoedoekannja seperti sekarang ini.
    Sin Po  telah diterbitken oleh toean-toean Yoe Sin Gie dan Lauw Giok Lan. Ia moelai terbit pada tanggal 1 October 1910 sebagi weekblad dan ditjitak pada Drukkerij Kho Tjeng Bie. Pikiran boeat terbitken ini soerat kabar minggoean telah kaloear dari toean Lauw Giok Lan, jang mana sasoeda ia bitjaraken sama toean Yoe Sin Gie dan dimoefakat lantas diterbitken dengen toean Lauw Giok Lan pegang pimpinan redactie dan toean Yoe Sin Gie oeroes administratie. Nama Sin Po  adalah toean Yoe Sin Gie jang briken; boeat ini panerbitan bermoela memang tida ada dikandoeng haloean jang tentoe katjoeali boeat soegoehken pembatja barang batjahan jang ada faedahnja. Dan ini nama Sin Po soeda dipake boekan sadja kerna menginget  ini weekblad memang ada soerat kabar baroe, tapi boeat tarik hatinja langganan penerbit ini soerat kabar minggoean soeda goenaken methode baroe, jalah adaken gambar-gambar badean aken kasi kasempatan pada soeatoe pembatja bikin tebakan dengen disediaken persenan barang.
    Maskipoen ini weekblad diterbitken dengen zonder dasar haloean jang tentoe, tapi sedikitnja maksoed boeat perbaekin Siahwee ada dikandoeng oleh penerbitnja, sebagimana bisa diliat dari sebagian dari marika poenja permoelahan kata jang terkoetib di bawah ini:
    “Kita harep, orang-orang boediman segala bangsa—jang dengen ini lagi sekali ada dioendang dengen hormat—nanti soeka oereikan di ini soerat kabar minggoean segala pikirannja jang ada bergoena boeat gerakan di ini djeman soepaja bisa terdjadi perobahan-perobahan dari perkara-perkara jang sesat, jang sampe di ini masa masi ada banjak di dalem ingetannja sebagian besar dari pendoedoek di ini Hindia.”
    ·             Ejaan Suwandi (Republik)
    ·             Pada tahun 1947
    ·             Dasar : ejaan van Ophuijsen dengan penyerderhaan
    ·             Beberapa penyerderhanaan
              oe dan u semuanya jadi u
              tidak membedakan ai dan aï
              Bunyi hamzah menjadi k seperti tak, takluk
              Kata ulang dengan 2  seperi kuda2  kadang2

    ·             Ejaan yang disempurnakan
    ·             Tahun 1972
    ·             Dasar : penyatuan ejaan di antara Brunei, Malaysia, Indonesia, Singapura
    ·             Beberapa perubahan
              tj berubah menjadi c
              dj berubah menjadi j
              j berubah menjadi y
              nj berubah menjadi ny
              sj berubah menjadi sy
              ‘a berubah menjadi a
              e dan é menjadi e
              ch berubah menjadi kh

    PEGAWAI  DAN GAJINYA
                Setengah abad yang lalu ada seorang pegawai di suatu perusahaan. Pada suatu hari ia pergi menemui atasannya. Ia berkata kepada atasannya, “Pak, saya sudah bekerja di sini selama sepuluh tahun. Saya sudah bekerja sangat keras. Dapatkah anda menaikkan gaji saya?”
                “Itu masuk akal dan dapat dipahami,” kata atasannya, “tetapi mari kita lakukan perhitungan kecil tentang kerja anda tahun lalu.”
                Atasannya bertanya, “Berapa jam anda bekerja dalam sehari?”
                “Delapan jam, Pak,” jawab pegawai itu.
                 “Ada 24 jam dalam sehari,” kata atasannya, “jadi, delapan jam adalah sepertiga hari. Kerja anda tahun lalu adalah sepertiga tahun atau sepertiga dari 365 hari. Itu sama dengan 121,667 hari. Biar kita sebut 122 hari.”
                Atasannya bertanya lagi, “Berapa jam sehari anda berhenti untuk makan siang anda?”
                “Satu jam, Pak,” jawab pegawai itu.
    “Itu adalah 365 jam dalam setahun,” kata atasannya, “dan dibagi dengan 24 jam sehari, itu sama dengan 15,208 hari. Biar kita sebut 15 hari. Jadi kerja anda tahun lalu adalah 122 kurang 15 hari. Itu sama dengan 107 hari.”
                Atasannya meneruskan, “Tetapi anda tidak bekerja pada hari Minggu dan anda hanya bekerja setengah hari pada hari Sabtu. Ada 52 minggu dalam setahun. Itu sama dengan 52 tambah 26 hari atau 78 hari. Jadi kerja anda tahun lalu adalah 107 kurang 78 hari. Itu sama dengan 29 hari.”
                “Anda tidak bekerja pada hari raya,” kata atasannya. “Ada berapa hari raya tahun lalu?” tanya atasannya lagi.
                “Ada sembilan hari raya,” jawab pegawai itu.
                 “Jadi, kerja anda tahun lalu adalah 29 kurang 9 hari dan itu sama dengan 20 hari,” kata atasannya.
                “Apakah anda mengamil cuti sakit?” tanya atasannya.
                “Ya, Pak,” jawab pegawai itu, “saya mengambil lima hari cuti sakit.”
                “Ini berarti kerja anda tahun  lalu adalah 20 kurang 5 hari atau 15 hari,” kata atasannya.
                “Apakah anda mengambil cuti tahunan?” tanya atasannya.
                “Ya, 14 hari, Pak,” jawab pegawai itu.
               “Jadi,” kata atasannya, “kerja anda tahun lalu adalah 15 kurang 14 hari. Itu sama dengan satu hari.
                “Kerja anda tahun lalu,” atasannya itu menyimpulkan, “hanyalah setara dengan satu hari. Sekarang, apakah pikir anda, masih tetap masuk akal untuk menaikkan gaji anda?”
                “Saya akan memikirkannya,” jawab pegawai yang bingung itu. Dan ia pun kembali ke tempat kerjanya.

    Bahasa Melayu ke Bahasa Indonesia
    •       Sumpah pemuda 28-10-1928 : Lahir bahasa Indonesia dari bahasa Melayu
    •       Kongres Bahasa Indonesia (KBI)
                - KBI 1 di Solo               25 Juni – 28 Juni 1938
                - KBI 2 di Medan           28 Oktober – 2 November 1954
                - KBI 3 di Jakarta          28 Oktober – 3 November 1978
                - KBI 4 di Jakarta          21 November – 26 November 1983
                - KBI 5 di Jakarta          28 Oktober – 3 November 1988
                - KBI 6 di Jakarta          28 Oktober – 2 November 1993
                - KBI 7 di Jakarta          26 Oktober – 30 Oktober 1998
                - KBI 8 di Jakarta          14 Oktober – 17 Oktober 2003
                - KBI 9 di Jakarta          28 Okober – 1 November 2008

    BAGIAN KETIGA
    Kecermatan Bahasa
    Bahasa Tulisan
    o   Bahasa Tulisan terdiri atas
              Ejaan aksara
              Kata, frasa, klausa,
              Kalimat
              Paragraf
              Wacana
              Semuanya perlu diperhatikan untuk menghasilkan tulisan yang betul dan baik

    ·             Pelengkap untuk menulis
              Kamus
              Tata bahasa baku
              Pedoman ejaan dan pembentukan istilah

    ·             Perkuliahan
              Mahasiswa mengarang
              Karangan dibahas

    ·             Tata Bahasa
              Pedoman untuk kecermatan berbahasa (terutama bahawa tulisan) adalah Tata Bahasa
              Salah satu buku tentang tata bahasa adalah:
    Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, edisi ketiga, terbitan Balai Pustaka
              Dalam hal ada keraguan, ada baiknya, kita memeriksanya di dalam buku tata bahasa

    Perubahan Ejaan
    Ada sejumlah perubahan ejaan
    ·             universitet            universitas                   bis                         bus
    ·             universitit             universitas                   sistim                    sistem
    ·             fakultet                  fakultas                        analisa                  analisis
    ·             fakultit                   fakultas                        sintesa                  sintesis
    ·             hidrolisa               hidrolisis                     diagnosa               diagnosis
    ·             elektrolisa            elektrolisis                  hipotesa                hipotesis

    Berasal dari kata asing
    ·             (lelaki)                         (perempuan)               (jamak)
    ·             Doktorandus             doktoranda                doktorandi
    ·             Alumnus                     alumna                        alumni
    ·             Promovendus           promovenda              promovendi
    ·             Sanctus                      sancta                         sancti

    Berasal dari Bahasa Asing
    ·             radius                         radii
    ·             stimulus                     stimuli
    ·             locus                           loci
    ·             focus                           foci
    ·             datum                         data
    ·             stratum                       strata
    ·             spectrum                   spectra

    Kekeliruan
    Kekeliruan terletak pada :
    ·             Kata               : sambung atau pisah, ejaan, huruf kapital, kata ulang berlebihan, tidak taat asas (konsisten)
    ·             Tanda baca : letak, bentuk, jarak
    ·             Kalimat         : kelengkapan kalimat, subyek dan obyek, keterangan
    ·             Paragraf       : terlalu panjang, letak inti paragraf
    ·             Wacana         : plot kurang baik

    ·             Jenis Kekeliruan Bahasa :
              Ejaan kata
              Tanda baca
              Singkatan
              Berlebihan
              Kalimat
              Paragraf

    ·             Awalan dan partikel di
              Awalan di- disambung, seperti buku itu ditulis
              Awalan di- merupakan bentuk pasif sehingga ada bentuk aktif
              Ditulis lawan menulis
              Dijual lawan menjual
              Dimuat lawan memuat
              Partikel di dipisah, seperti di sini
              Tidak mempunyai bentuk lawan
    •       di sini                           bukan lawan                menyini
    •       di  antaranya               bukan lawan                mengantaranya
    •       di atas                          bukan lawan                mengatas
    •       di luar                          bukan lawan                meluar

    Kekeliruan pada partikel di
    ·             diatas  (di atas)
    ·             dibawah  (di bawah)
    ·             disamping  (di samping)
    ·             diantaranya (di antaranya)
    ·             disana (di sana)
    ·             disini  (di sini)
    ·             disitu  (di situ)
    ·             diluar (di luar)
    ·             didalam (di dalam ditengah  (di tengah)


    ·             Beberapa kekeliruan ejaan yang sering terjadi
              merubah  (mengubah)
              menyolok mata  (mencolok mata)
              jum’at  (jumat)
              nasehat  (nasihat)
              hakekat  (hakikat)
              sekedar  (sekadar)
              aritmatika (aritmetika)
              anggauta (anggota)
              sentausa (sentosa)
              silahkan (silakan)
              trampil (terampil)
              fikir  (pikir)
              faham (paham)
              fihak (pihak)
              rapih (rapi)

    ·             Dua macam ejaan dengan tujuan berbeda
    Masukan         dan      masukkan
    Keluar              dan      ke luar


    Kekeliruan Bentuk Pasif
    ·             Bentuk pasif
    •       Orang ketiga               : akan diberikannya
    •       Orang pertama           : akan kuberikan,        akan saya berikan
    •       Orang kedua               : akan kauberikan,      akan anda berikan

    ·             Contohnya sebagai berikut
    •       Betul    : akan saya berikan, akan anda berikan
    •       Salah   : saya akan berikan, anda akan berikan

    •       Betul    : akan Ali berikan
    •       Salah   : Ali akan berikan

    Kekeliruan Huruf Kapital
    ·             Ada aturan tentang penggunaan huruf kapital (lihat Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan)
              Sekolah Terpadu Widiasari adalah salah satu sekolah terpadu di wilayah Jakarta
    ·             (ada kata sekolah terpadu sebagai nama, menggunakan huruf kapital, dan ada sekolah terpadu yang bukan nama, tidak menggunakan huruf kapital)
              Semua Mata Pelajaran telah sepenuhnya mengikuti Kurikulum Sekolah Nasional Berbahasa Pengantar Bahasa Indonesia kecuali  Pelajaran Bahasa-Bahasa yang tetap mempertahankan … (mata pelajaran, kurikulum sekolah nasional berbahasa pengantar bahasa, pelajaran bahasa)
              Pada bulan Juli 2007, dengan dipelopori oleh beberapa Alumni yang berhasil mempersiapkan Lahan dan Dana Awal Pembangunan, maka … (lahan, dana awal pembangunan)
              Mengemban Misi-Misi Sosial, Inklusif, terbuka bagi semua Etnis, Agama, dan Golongan masyarakat. (misi-misi sosial, inklusif, etnis, agaman, golongan masyarakat)

    Kekeliruan pada Kata Ulang
    ·             Ada kalanya kata ulang digunakan untuk menunjukkan jamak (tidak harus) seperti
              Pada waktu istirahat, siswa-siswa bermain di pelataran sekolah.
    ·             Kata ulang tidak digunakan kalau di depannya sudah disebut jumlahnya atau yang dapat diartikan sebagai jumlah.
              Pada waktu istirahat, banyak siswa (bukan siswa-siswa) bermain di pelataran sekolah.
              Kesemua sukses-sukses ini tak lepas dari sistem pendidikan Sekolah Widiasari.  (sukses)
              Seorang Guru yang baik adalah Guru yang mampu mendidik sebanyak mungkin siswa-siswa yang cerdas yang mampu … (guru, siswa)
              Karena turun hujan lebat maka hanya sedikit tamu-tamu yang menghadiri upacara itu. (tamu)
              Seribu lebih siswa-siswa baru telah mendaftarkan diri ke sekolah itu. (siswa)
              Pekerjaan itu dibagi-bagi di antara para anggota-anggota panitia agar pekerjaan itu dapat cepat dirampungkan. (anggota)

    ·             Kekeliruan Singkatan
              S.H.  (SH)
              Dr.  (Dr)
              Prof  (Prof.)

    Penggunaan Kata-Kata yang Berlebihan
    o   naik ke atas     (naik)
    o   turun ke bawah   (turun)
    o   sejak dari   (sejak)
    o   agar supaya  (agar;  supaya)
    o   demi untuk  (demi)
    o   adalah merupakan  (merupakan)
    o   seperti … dan sebagainya  (seperti ….)
    o   misalnya … dan lain-lain (misalnya ….)
    o   antara lain … dan seterusnyua  (di antaranya ….)
    o   tujuan daripada  (tujuan dari)
    o   mendeskripsikan tentang  (mendeskripsikan)
    o   melanjutkan ke perguruan tinggi (melanjutkan studi ke)
    o   berbagai faktor-faktor (berbagai faktor)
    o   daftar nama-nama (daftar nama)
    o   mengadakan penelitian (meneliti)
    o   dalam rangka untuk  (dalam rangka)
    o   mempunyai pendapat (berpendapat)
    o   melakukan pemeriksaan (memeriksa)
    o   menyatakan persetujuan (menyetujui)
    o   apabila … maka  (apabila)
    o   walaupun … namun (walaupun)
    o   berdasarkan … maka (berdasarkan)
    o   karena … sehingga (karena)
    o   namun demikian (namun)
    o   sangat … sekali (sangat)
    o   menyampaikan tentang tugas itu (menyampaikan tugas ibu)
    o   menekankan tentang pentingnya (menekankan pentingnya)

    ·             Sebuah ontologi adalah merupakan sesuatu yang formal, menjelaskan secara eksplisit sebuah konsep yang spesifik untuk saling berbagi pada domain khusus dalam sistem komputer.   (merupakan)
    ·             Langkah ini adalah memilih jenis layout keyboard anda, secara default dan paling umum dipakai, pemilihan layout keyboard adalah layout USA.  (memilih)
    ·             Teknologi internet dan web  adalah telah memudahkan dalam melakukan penyimpanan dan pendistribusian data serta informasi. (telah memudahkan)
    ·             Sejak dari dulu mereka telah bertempat tinggi di daerah ini.
    ·             Hanya tiga orang saja yang masih melanjutkan studinya.
    ·             Ia membeli alat tulis seperti pinsil, buku, penghapus, dan sebagainya.

    Konsistensi
    Konsistensi terdiri atas
              Istilah yang digunakan
    Sekali menggunakan semacam istilah maka seterusnya harus menggunakan istilah yang sama.
              Kata kerja yang digunakan
    Bentuk kata kerja yang digunakan supaya seragam             

    ·             Contoh ketidakonsistenan dalam kalimat :
              Program ini dibuat untuk memudahkan para pengguna di perusahaan. Karena itu para pemakai supaya mempelajari cara kerja dari program ini. Untuk itu diadakan pelatihan yang diikuti oleh para user.
              Sekolah Widiasari adalah sekolah terpadu yang mengasuh berbagai jenjang sekolah di bawah satu atap. Widiasari menempati lahan yang luas di wilayah Gading Serpong.
              Sekolah Widiasari diasuh oleh pengurus Yayasan Widiasari. Dewan pengurus Yayasan Widiasari mengadakan rapat rutin setiap hari Rabu.

    Kekeliruan tanda baca
    ·             Letak titik dan koma pada tanda kutip
    •       … ini”.         (…ini.”)
    •       … itu”, katanya   (… itu,” katanya)
    ·             Koma pemisah
    •       … satu, dua dan tiga …   (… satu, dua, dan tiga)
    ·             Elipsis sebanyak tiga titik
              ­Demikianlah ……..  katanya. (Demikianlah … katanya.)
              Ada ini, ada itu, dan …. (titik keempat adalah titik akhir kalimat)

    Kalimat Tidak Lengkap
    Aturan kalimat
    ·             Berawal dari huruf kapital, berakhir dengan titik, dan lengkap
    ·             Contoh kalimat tidak lengkap
              Berhubungan sekolah akan diliburkan pada hari pertama puasa.
              Karena semua orang sudah merasa lelah dan lapar.
              Pada hari mendung yang sesekali diguyur hujan lebat dan yang sesekali banjir.

    Kata kerja
              Setiap kali menemukan kata kerja, tanyakan subyek dan (bila ada) obyeknya
              Daripadanya temukan ketaklengkapan atau kekeliruan kalimat

    ·             Awalan me- dan akhiran –kan dan -i
              Awalan me- perlu jelas subyeknya
              Akhiran –kan dan –i perlu jelas objeknya
              Letak subyek sedekat mungkin dengan kata kerjanya
              Letak obyek sedekat mungkin dengan kata kerjanya

    Akhiran  -kan dan -i
    Kata kerja berakhiran me –kan atau me–i adalah kata kerja transistif sehingga perlu diikuti langsung oleh obyek (berupa kata atau frasa)
              Setelah lulus SMA, para siswa itu meneruskan ke perguruan tinggi. (Meneruskan adalah transistif sehingga memerlukan obyek)
         Setelah lulus SMA, para siswa itu meneruskan studi mereka ke perguruan tinggi

              Setelah guru menerangkan hitungan perkalian maka para siswa harus mempelajari di sekolah segera setelah pelajaran itu selesai.
    (Mempelajari adalah transitif sehingga memerlukan obyek)
         Setelah guru menerangkan hitungan perkalian maka para siswa harus mempelajarinya segera setelah pelajaran itu selesai.

    Awalan me-
              Awalan me- adalah kata kerja yang dikerjakan oleh subyek
              Pada awalan me- kita menemukan subyek
    ·             –      Ia membaca buku                                                    subyek : ia
    ·             –      Guru memberi pelajaran di kelas                           subyek : guru
    ·             –      Mahasiswa menulis skripsi                                                subyek : mahasiswa
              Subyek dan obyek
         (Bagi) mahasiswa harus mendaftarkan diri paling lambat esok.
         Subyek: mahasiswa bukan bagi mahasiswa

         Setelah lulus SMA mereka melanjutkan (studi) ke perguruan tinggi.
         Obyek: akhiran -kan memerlukan obyek

         Darmawisata tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya dengan mengutamakan penyegaran melalui game dan outbond yang dapat diikuti oleh seluruh peserta termasuk anak-anak.
    (apanya tahun sebelumnya)

         Universitas mengemban tugas dan tanggung jawab untuk mempersiapkan para mahasiswa agar mendapat keahlian dan profesional yang tinggi guna mengisi kebutuhan tenaga ahli di masyarakat.
    (siapa yang mendapat)

    Kata Keterangan
    ·             Kata keterangan diletakkan sedekat mungkin dengan kata yang diterangkannya
         Ulang pernikahan ketiga
         Ulang tahun ketiga pernikahan
         Pengguna jalan lain
         Lain pengguna jalan

    Letak Frasa Keterangan dalam kalimat
    ·             Letak frasa keterangan dapat mengaburkan arti
              Mereka makan dan minum di restoran yang buka setiap hari
    (setiap hari itu makan dan minum ataukah restoran yang buka?)
    menjadi
              Setiap hari mereka makan dan minum di restoran yang buka.
              Mereka makan dan minum di restoran yang setiap hari buka.

    ·             Kekeliruan Kalimat
              Bagi mahasiswa yang namanya tidak tercantum pada Daftar Peserta Mata Kuliah ini tidak diperkenankan mengikuti perkuliahan dan harap melapor ke Bagian Registrasi
    (siapa yang tidak diperkenankan)
              Bagi mahasiswa yang memakai kaos oblong dan sandal dilarang masuk
    (siapa yang dilarang masuk)

    ·             Kalimat terlalu panjang
    ·             Panjang kalimat
    ·             Kalimat yang terlalu panjang sukar dipahami orang dan juga melelahkan pembaca
    ·             Pecahkan kalimat panjang ke dalam beberapa kalimat pendek sehingga terbaca jelas kaitan di antara subyek dengan kata kerja serta kaitan di antara kata kerja dengan obyek
              Contoh
    ·             Sekolah ini selama 65 tahun telah berjasa mencerdaskan masyarakat dan membangun sistem dan tata nilai di masyarakat melalui pengajaran budi pekerti, etika, dan moral, di samping itu siswa sekolah Widiasari dikenal dengan penguasaan bahasa asing Jerman dan Inggris yang sangat kuat berkat pengajaran bahasa Jerman dan Inggrisnya yang intensif.
    ·             (supaya dipecah ke dalam beberapa kalimat)

    Paragraf
    ·             Ukuran paragraf
    ·             Terlalu panjang menjadi sukar dipahami orang
    ·             Inti paragraf
    ·             Terletak di kalimat-kalimat awal paragraf atau akhir paragraf

    ·             Contoh
              Berkat kerja keras anggota panitia sehingga, pada tahun ini, sekolah dapat mengasuh X kelas. Mereka terdiri atas X1 kelas siswa prasekolah, X2  kelas siswa SD, X3 kelas siswa SMP, dan X4  kelas siswa SMA. Semua siswa itu merupakan pendaftar baru ke sekolah ini.
    ·             (Inti terletak di kalimat awal)
              Ada X1  kelas siswa prasekolah, X2 kelas siswa SD, X3 kelas siswa SMP, dan X4 kelas siswa SMA. Mereka semuanya baru saja mendaftarkan diri dalam dua bulan terakhir ini. Dengan demikian, pada tahun ini, sekolah mengasuh X kelas siswa baru.
    ·             (Inti terletak di kalimat terakhir)

    Wacana
              Wacana merupakan keseluruhan tulisan
              Wacana supaya disusun dengan plot yang baik sehingga terdapat alur yang serasi dari paragraf ke paragraf
              Plot yang baik akan membuat wacana enak dibaca

    ·             Kesamaan dan Perbedaan
    ·             Benar  betul kami kita 
    ·             Bukan tidak lompat loncat
    ·             Jenjang tangga                     salah keliru 
    ·             Girang senang                      kepala hulu
    ·             Nama gelar                            asam masam
    ·             Asin masin                             impi mimpi 
    ·             Bundar bulat                          putar edar
    ·             Tahu ketahu                          bantu tolong
    ·             Mohon poho                       sakit nyeri
    ·             Kawan teman                        sudah telah
    ·             Pekan minggu                       nilai harga
    ·             Lunak lembut                        jiwa nyawa 

    ·             Renungan
         Mengejar ketinggalan
         Mendahului
         Lebih sedikit
         Sedikit lebih
         Menyasar sasaran